Skip to content
Arif Setiawan
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

  • Home
  • About
  • Travel
    • Indonesia
      • Bali
      • Banten
      • Jakarta
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Selatan
      • Lampung
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
    • Laos
    • Malaysia
    • Singapore
    • Vietnam
  • Culinary
  • Technology
    • Startup
    • Software Development
    • Social Media
  • #kulinersince
  • Nol Kilometer
Arif Setiawan

travel, culinary and technology

Slamet Expedition

Arif Setiawan, March 7, 2009March 25, 2026
gunung slamet
gunung slamet

Sebenernya perjalanan ini waktu saya kelas 3 STM SMK (saya ga pernah SMA :D). Perjalanan ini sebenernya cuma iseng tapi ternyata sangat menyenangkan, walaupun capeknya minta ampoon. Karena gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah (3432 mdpl) alias tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru (3676 mdpl). Ekspedisi ini sangat spesial karena ekspedisi pertama saya setelah menjalani Pendidikan Dasar SAPUPALA (Sandhy Putra Pecinta Alam) di sekitar Baturraden. Gunung Slamet itu terletak di perbatasan beberapa kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Purbalingga, Banjarnegara, Brebes dan sebelah utara kota Purwokerto (ibukota Kab. Banyumas).

Ada 3 jalur utama untuk pendakian ke Gunung Slamet, yaitu lewat Guci, Baturraden dan Bambangan. Dari ketiga jalur itu yang merupakan jalur resmi dan paling mudah adalah Jalur Bambangan yang ada di Kab. Purbalingga.

Yang saya lewati adalah jalur Bambangan (nyari yg mudah aja) :D. Dimulai dari persiapan yang seadanya dan kurang (maklumlah anak kost), karena waktu itu saya dan ketiga temen saya (Akhmad Solekhudin, M Huda, Salahuddin)  cuma membawa beberapa buah roti dan beberapa botol air minum yang 1,5 liter ditambah peralatan buat bertahan hidup di atas nanti. + uang 50 ribu. Dari kosan di Jl. D I Panjaitan Purwokerto kami berangkat naik angkot ke SMA Yos Sudarso (rombongan yang akan saya domplengi 🙂 ). Dari SMA Yos kami naik truk ramai2 hingga ke Bambangan (Base Camp Pendakian). Nah, dai Bambangan ini segalanya dimulai. Biasanya di sana kita dikasih peta yang isinya pos2 dalam pendakian, biar ga kesasar nantinya. Petanya kayak gini :

peta...peta...tanyakan pada peta
peta...peta...tanyakan pada peta

Jalur yang dari Bambangan mempunyai beberapa pos, yaitu :

Ds. Bambangan -> Serang -> Gunung Malang-> Pondok Gembirung -> Pondok Walang -> Pondok Cemara -> Samarantu -> Samyang Rangkah -> Samyang Ketebonan -> Batur -> Samyang Jampang -> Samyang Kendit -> Pelawangan -> Puncak

Nah, dari beberapa pos itu ada yang enak dan nggak, ada yang dibilang angker dan ada yang kemiringannya ampe 60 derajat. waw :D.

puncak slamet dilihat dari pos 1
puncak slamet dilihat dari pos 1

Perjalanan dari Bambangan sampe puncak kira2 10 jam (termasuk cepet menurut saya, secara masih pengalaman pertama). Berangkat jam 21.00 dan jam 07.00 sampe puncak (memang dianjurkan pendakian di malam hari untuk menghindari panas dan debu).

Biar singkat (agak lupa si sebenarnya, udah lama :)), pokoknya dalam perjalanan ini banyak saya temui daerah yang luar biasa seperti kebun sayur, hutan pinus, hutan hujan tropis, hutan cemara.

abis lewati hutan
abis lewati hutan

Batas akhir hutan yaitu sampe Samyang Jampang, setelah itu dilanjutkan dengan semak-semak yang asri dengan Edelweiss di sekelilingnya, dan sesekali mendapati Buah Arbei di tengah-tengah pohon yang menghalangi lintasan pegunungan.

puncak dilihat dari pos 4
puncak dilihat dari pos 4

Setelah melewati itu, saya tiba di daerah Plawangan, berarti tinggal selangkah lagi nyampe puncak. Dari Plawangan ke puncak melewati batu2 sedimen lahar dan magma yang sangat menantang, kemiringan hingga lebih hampir 75 derajat, batu2nya licin dan kanan kiri jurang dimana ga ada satu pohon pun yang dapat digunakan sebagai pegangan.

sebelum ke puncak poto2 dulu :D
sebelum ke puncak poto2 dulu 😀
di Plawangan
di Plawangan

Setelah nyampe puncak saya bisa melihat puncak Slamet yang begitu besar dan hamparan kaldera yang sangat luas dan menakjubkan, yang biasa disebut dengan Segoro Wedi. Apabila kita ingin turun menuju jalur lain, misalnya Guci, pendaki harus melewati kompleks kawah untuk memilih jalur yang diinginkan.

pose di puncak :D
pose di puncak 😀
horeee...nyampe juga
horeee...nyampe juga
moto yg dibawahku, anginnya kenceng bgt
moto yg dibawahku, anginnya kenceng bgt
kawah di puncak
kawah di puncak
caldera
caldera

Selain itu saya juga bisa melihat gunung2 yang lain (karena gn.slamet kan lebih tinggi) seperti gunung Sumbing, Sindoro, Cermai, bahkan Tangkuban Perahu dan katanya kalo lagi bener2 cerah bisa liat puncak gunung Lawu. Waw, subhanallah sekaliiii :D.

gunung Sumbing Sindoro diliat dari puncak Slamet
gunung Sumbing Sindoro diliat dari puncak Slamet
poto temen dari puncak yg lain
poto temen dari puncak yg lain

Masih ada lagi, jika pandangan dialihkan ke bawah akan terlihat beberapa kota yang mengelilingi gunung Slamet seperti Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes.

Setelah kira2 2 jam di puncak dan poto2 tentunya, saya dan teman2 memutuskan untuk turun gunung, yaitu sekitar jam 09.00 dan akhirnya nyampe Bambangan lagi sekitar jam 13.30 dengan badan yang sudah sangat lemas dan kotor tentunya, karena waktu turun jalurnya penuh dengan debu.

Setelah menunggu rombongan kumpul semua, akhirnya kembali lagi ke kosan di Purwokerto, langsung mandi dan tidurrrrr. 😀

Sekian dulu deh cerita tentang ekspedisi pertama saya.

Sebenernya masih ada ekspedisi kedua saya di gunung Slamet, tapi ga nyampe puncak, kalo ga salah cuma ampe pos 4, karena bareng cewek2. huffffh. 🙂

89 readers

Related

Indonesia Travel Anak KosBambanganBanjarnegaraBanyumasBaturradenEkspedisiGuciGunungGunung SlametJawa TengahPendakianPurbalinggaPurwokertoTravellingYos Sudarso

Post navigation

Previous post
Next post

Comments (7)

  1. argha says:
    March 7, 2009 at 8:10 pm

    wihh keren ka arif!
    btw ka, ngapain aja ko cuma sampe pos 4? wahh astaga

    itu ekspedisi yang kedua yang cuman nyampe pos 4
    cewek2nya ga kuat dan ada temenku yg jaketnya kebakar waktu tidur n nyalain api di pos 4, jadinya yaudah diputuskan untuk berhenti aja, tapi ada 2 temenku yg nerusin dan nyampe puncak, dan sayangnya dia ga bw kamera waktu itu 😀

    Reply
  2. adhe3t says:
    March 10, 2009 at 8:40 am

    udah lama yak trip nya… lagi yuk.. pgn ke gunung nih

    iya ka’, duasetengah th yg lalu 🙂

    Reply
  3. arnold says:
    October 1, 2009 at 7:35 pm

    Hai, Salam Kenal
    sekedar membagi Informasi tentang penyewaan tenda dan alat-alat camping, pembuatan dan penjualan tenda,
    Berkemah, Camping, kemping, Even, Wisata Alam, Mabim, Outbound Training, Tenda Dome, Tenda Sarnafil atau Tenda Kerucut;
    silakan hubungi kami di http://www.tendaku.net atau http://www.mrcamp.net
    email : tendakubandung@yahoo.com
    thx..

    Reply
  4. Ariff says:
    October 2, 2009 at 9:05 am

    ok, makasih infonya ya
    🙂

    Reply
  5. Pingback: 12 Menara Tanah Jawa | a train of thought
  6. Pingback: Dieng Plateau, Bukit Di Atas Awan | a train of thought
  7. Pingback: Pendakian Gunung Sindoro 3153 MDPL — Arif Setiawan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular Posts

  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830
  • reFRESHing with mbah MINTo
  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan Traffic
  • Tilu Bumi Nature Camp Pangalengan Bandung
  • Road Trip Magelang -  Situbondo via Tol Trans Jawa
  • Rectoverso
  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Pantai Pandawa Bali
  • Tam Cốc, Ninh Bình, Vietnam
  • Green Canyon Pangandaran

Recent Posts

  • Jalan-Jalan ke UNS Surakarta
  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson Yogyakarta
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh Gunung
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang Estetik
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830

Categories

Archives

Subscribe

Enter your email address to subscribe to this blog.

Travel

  • Jalan-Jalan ke UNS SurakartaApril 9, 2026
  • Senja Pagi Ngablak Magelang: Menikmati Kopi dengan Panorama Tujuh GunungApril 7, 2026
  • Stasiun Surabaya GubengMarch 30, 2026
  • Monumen Gerbong Maut BondowosoMarch 28, 2026
  • Ziarah ke Puger Jember Jawa TimurMarch 26, 2026

Culinary

  • Soto Timlo & Ayam Goreng Samson YogyakartaApril 8, 2026
  • Teras Nyah Dewi Magelang: Nongkrong dengan Nuansa Tempo Dulu yang EstetikApril 6, 2026
  • Ayam Goreng Mbok Berek Jogja Sejak 1830April 5, 2026
  • Pepes Gapeswathi Rest Area Tugu Ireng Perbatasan Jogja–MagelangApril 4, 2026
  • Nasi Goreng Pak Yatno Magelang Sejak 1981April 3, 2026

Technology

  • Mencegah Website Down saat Flash Sale dan Lonjakan TrafficFebruary 18, 2026
  • Hosting Terbaik 2026 untuk Website Pribadi, Portofolio, dan StartupFebruary 8, 2026
  • Nevacloud vs Hostinger VPS Global: Pilihan Terbaik untuk Pengguna IndonesiaDecember 13, 2025
  • Apa Bedanya VPS dengan Hosting BiasaDecember 5, 2025
  • Perbedaan Domain .COM, .ID, dan .NETNovember 5, 2025
©2026 Arif Setiawan | WordPress Theme by SuperbThemes
 

Loading Comments...