Pengembangan Teknologi di Dunia Konveksi

 

 

Artikel ini saya ambil dari bagian landasan teori proposal saya tentang teknologi dan dunia konveksi, yang saya ajukan untuk Anugerah Prakarsa Jawa Barat. Jadi bahasanya ya agak formal 😀

Dalam suatu pengembangan usaha, terdapat beberapa perumusan pengembangan usaha, salah satunya yaitu perumusan strategi pengembangan teknologi. Strategi pengembangan teknologi adalah strategi yang diadaptasi oleh suatu organisasi untuk menghadapi perubahan teknologi. Berdasarkan kebutuhan dan kapabilitas pengadaan teknologi, maka sebaiknya suatu usaha konveksi melakukan investasi besar pada empat komponen teknologi yang didefinisikan ke dalam technowarehumanwareinfoware, dan orgaware. Investasi tersebut dilakukan dalam rangka mencapai pasar yang lebih luas.

Technoware

Merupakan object-embodied fasilitas fisik termasuk segala sesuatu; yaitu peralatan, mesin, kendaraan, struktur dan sebagainya. Technoware menunjang tenaga manusia dan prosese kontrol untuk transformasi operasi. Dalam kegiatan bisnis, Technoware mengalami perubahan perubahan periodik antara yang tua dan yang baru. Pada komponen ini, teknologi terkandung pada mesin dan peralatan produksi yang dipakai dalam kehidupan. Dalam perbaikan technoware pada usaha konveksi dapat dilakukan dengan pembelian mesin-mesin baru yang memiliki tingkat kecanggihan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya dan melakukan maintenance pada mesin-mesin lama yang ada.

Humanware

Merupakan person-embodied dari kemampuan manusia seperti halnya ketrampilan, keahlian, dan kreatifitas. Humanware berubah melalui proses pembelajaran dari hal-hal baru. Biasanya tingkat kemajuan humanware mengindikasikan peningkatan kompetensi individu. Berdasarkan studi lapangan dan mengamati proses pembuatan produk, dapat diidentifikasikan kemampuan seluruh pekerja yang ada meliputi:
  • Pengoperasian mesin jahit, potong, bordir, overdeck, dan piping.
  • Pembuatan pola yang presisi. Pengukuran dan pemotongan kain.
  • Penyablonan kain. Inspeksi kualitas terhadap pakaian yang sudah jadi.
  • Pembungkusan produk/packing.
  • Distribusi produk jadi.
Sehingga perlu mengadakan program pelatihan (baik secara formal melalui kursus atau pelatihan keluar, ataupun secara tidak formal seperti edukasi dari rekan yang sudah lebih senior di bidang konveksi).

Infoware

Merupakan record-embodied documented knowledge yang mengacu pada fakta dan formula, parameter desain; contohnya spesifikasi, manual, teori dan sebagainya. Infoware berubah melalui proses kumulatif dari akuisisi pengetahuan. Infoware dapat mempercepat pembelajaran dan penghematan waktu dan sumberdaya. Sederhananya, peningkatan Infoware mencerminkan tingkat utilitas dari pengetahuan terkini yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai usaha. Utilitas itu sendiri tergantung pada sifat dan tipe ilmu pengetahuan (relevansi, batasan waktu, ketersediaan data dan fakta), kemampuan mencerna pengetahuan yang tersimpan, pengembangan jaringan untuk pembaharuan dan sebagainya. Sebagian besar usaha konveksi sendiri belum memiliki infoware yang baik. Tidak ada pencatatan data secara khusus dan rapi. Dari segi operasional lantai produksi, tidak ada panduan operasional standar, seperti :
  • Pengadaan material dilakukan sendiri oleh owner, dan tidak ada catatan inventori material.
  • Perkiraan biaya masih dilakukan secara sederhana.
  • Belum maksimal dalam melakukan pemasaran melalui media elektronik (internet).
  • Sudah memiliki pola-pola pakaian tertentu, namun tidak didokumentasikan dengan baik.
  • Harga yang ditetapkan tergolong medium. Harga yang ditetapkan tergantung jumlah pesanan.
  • Penetapan harga dilakukan oleh owner.
  • Work order tergantung jumlah pesanan, oleh sebab itujam kerja pekerja juga tidak menentu. Sering dilakukan overtime saat jumlah order meningkat, dan jika order sedang menurun maka pekerja akan diliburkan.
  • Tidak mempunyai catatan data teknis dan instruksi produksi langsung dari owner disesuaikan dengan spesifikasi produk yang akan dibuat. Misal, dalam 1 hari rata-rata menghasilkan 100 potong pakaian, namun selama ini belum ada pencatatan khusus untuk pencapaian produksi per hari. Diperlukan perbaikan sistem dokumentasi segala aset dan kegiatan yang dilakukan. Pencatatan tersebut meliputi keberadaan aset, baik berupa kendaraan dan mesin, desain dan kuantitas order yang masuk, estimasi harga dan perhitungan harga untuk produk yang dijual, harga material dan vendor hingga aliran keuangan yang keluar dan masuk pada usaha konveksi.

Orgaware

Merupakan institution-embodied yang merupakan kerangka organisasi yang diwujudkan dalam hal, metode, teknik, jaringan organisasi, dan manajemen praktis. Orgaware biasanya digunakan untuk koordinasi aktifitas dan penggunaan sumberdaya untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Komponen Orgaware berubah melalui proses praktek dan keterlibatan dalam manajemen. Tingkat kemajuan Orgaware menunjukkan peningkatan nilai tambah, kemajuan penggunaan teknik manajemen baru, metode dan keterkaitannya dengan persaingan pasar serta rasa percaya diri dalam perusahaan. Sebagian usaha konveksi tidak ada divisi-divisi khusus dalam manajemen usahanya. Semua kegiatan hampir terpusat pada owner (dari mulai pencarian order hingga distribusi), hanya kegiatan produksi konveksinya menggunakan tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut dididik dan belajar secara otodidak. Koordinasi pekerja langsung dilakukan oleh owner. Hubungan antarindividu dalam usaha juga masih berdasarkan kekeluargaan, hal ini bisa menjadi kelebihan sekaligus bumerang bagi usaha konveksi. Kelebihannya, konveksi tidak perlu khawatir akan loyalitas pekerjanya karena sebagian besar pekerjanya adalah keluarga sendiri, namun disisi lain sulit untuk menerapkan komunikasi profesional. Perbaikan untuk sistem orgaware dapat dilakukan dengan menyusun struktur organisasi dan menempatkan orang-orang yang tepat pada masing-masing jabatan.
Lha trus bagian mana strategi pengembangan teknologinya? Nah, klo itu bisa di analisis sendiri oleh teman², berdasarkan beberapa hal yang saya paparkan di atas ;).
@ariffsetiawan

๏ 319 readers

Leave a Reply