Pohon Cantigi

Gambar di atas diambil di lereng Gn Papandayan.

Dulu saya pernah membuat satu tulisan di Medium tentang pohon ini, saya namakan ia sebagai Pohon Kuat. Iya, random.

Sekarang, saya baru inget kalau saya sudah tahu namanya, yaitu Pohon Cantigi. Lucunya, masih banyak pendaki yang tidak tahu nama pohon yang hanya bisa tumbuh di puncak gunung ini. Kalah pamor dengan Edelweiss yang dipuja sebagai bunga abadi dan menjadi legenda.

Cantigi yang lain di Papandayan

Padahal sebenarnya kalau diamati, pohon inilah yang banyak berjasa bagi para pendaki. Pohon ini yang senantiasa bisa jadi pelindung dari badai, menjadi patok untuk membuat bivak atau tenda dan jika berbuah, maka buahnya bisa dimakan.

Pohon ini tumbuh pada ketinggian 1500 – 2400 MDPL. Ciri utamanya adalah pucuk daunnya yang merah bersinar. Pohon ini luar biasa, mampu tumbuh di daerah yang tinggi dan kurang `nutrisi`. Selain itu juga kuat, sehebat apapun badai, seekstrim apapun cuaca di sekitarnya (panas atau dingin) yang menerjangnya tidak akan tumbang, karena akarnya kuat mencengkeram. Hebat bukan?

 

Dua gambar di atas adalah Cantigi di lereng Gn Sumbing.

Bersandar di Cantigi, Pasar Watu Gn Sumbing

Oleh karena itu, marilah kita sebagai pendaki mulai memperhatikan dan merawat pohon pelindung kita ini. Pohon yang tidak sering disebut nama, tapi akan kekal di benak kita tentang bentuk dan rupanya.

Salam Pendaki 🙂

@ariffsetiawan

๏ 152 readers

1 thought on “Pohon Cantigi”

  1. Pingback: Pendakian Gunung Sindoro 3153 MDPL — Arif Setiawan

Leave a Reply