Apa yang terlintas dibenakmu jika menyebut Jakarta?

Kemewahan? Kerusuhan? Kemacetan?

Macem-macem pastinya.

Mengapa bisa seperti itu?

Karena orang-orang banyak yang pindah ke Jakarta.

Mengapa bisa seperti itu?

Mungkin demi satu kata yang bernama KARIR.

Apa yang dicari?

Sebagian besar pasti mata pencaharian yang membuat banyak orang ga segan untuk bertahan di sana meski dengan kondisi yang cukup semrawut itu.

Tapi memang hampir semua ada di sana. Kecukupan untuk kebutuhan duniawi.

Bagi sebagian orang hidup di Jakarta mungkin bisa dikategorikan mudah dan serba ada, tapi tidak bagi saya. Serius.

Tiap saya ke Jakarta pasti bertemu dengan orang-orang sedang terlibat konflik.

Tiap saya ke Jakarta pasti ada rasa tidak tenang dan khawatir selama di perjalanan, entah merasa ga aman atau merasa kesal dengan kondisi yang cukup menggerahkan itu.

Tiap buka media sosial juga tidak sedikit yang secara rutin menuliskan kekesalannya tentang kejadian-kejadian di ibukota itu.

Jakarta gitu banget ya?

Sudah bukan hal yang asing jika kehidupan di sana dikatakan sebagai kehidupan yang keras. Tidaklah sedikit teman-teman saya yang melanjutkan kehidupan di kota itu, tapi apa ya seumur hidup ingin berdekatan dengan kehidupan keras itu? Balik lagi ke kita masing-masing.

Hidup adalah pilihan.

Dan saya rasa Jakarta memang bukanlah kota yang cocok bagi saya.

Ditulis dari kota yang terhubung oleh sebuah jalan tol dengan Jakarta.

Sumber Gambar : Wikipedia

๏ 203 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *