Road Trip Magelang – Situbondo via Tol Trans Jawa Arif Setiawan, March 19, 2026March 19, 2026 Setelah beberapa kali mengunjungi kota-kota di Jawa Timur dengan berbagai moda transportasi, bagi saya melakukan road trip dari kota Magelang ke Situbondo tentunya menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Apalagi sekarang sudah ada tol trans jawa, meski baru sampai di Probolinggo. Batas Wilayah Probolinggo – Situbondo Perjalanan selama 3 hari ini adalah perjalanan ziarah leluhur yang sebenarnya lokasinya ada di Puger, ujung selatan Jember. Namun, karena ada saudara di Situbondo maka harus ke sana terlebih dahulu. Kabupaten yang ada di ujung timur plat P. Magelang Road Trip Magelang – Situbondo Secara teori google maps, perjalanan dari Magelang ke Situbondo bisa ditempuh kurang dari 9 jam. Dimulai dari jalan non tol Magelang – Kopeng – Salatiga. Full jalan tol dari Salatiga hingga Probolinggo (karena tol trans jawa terakhir saat ini hanya sampai di Probolinggo), kemudian dilanjutkan lagi dengan jalan non tol dari Probolinggo ke Situbondo. Perjalanan dari Magelang dimulai dini hari, agar sampai di tujuan sebelum malam hari. Salatiga Terminal Tingkir Salatiga Singgah di Terminal Tingkir Salatiga untuk istirahat sejenak dan menunaikan sholat subuh, kami melanjutkan perjalanan ke arah Jawa Timur dari Gerbang Tol Salatiga. Salah satu gerbang tol dengan view apik Gunung Merbabunya. Di tol ini konturnya mirip dengan ke arah Semarang, yang cenderung naik turun. Barulah ketika masuk ruas tol Solo – Ngawi mulai datar, tapi menurut saya jadi cenderung membosankan, justru harus berhati-hati karena rawan ngantuk. Sragen Rest area pertama yang kami singgahi adalah Rest Area KM 519A di daerah Sragen. Salah satu rest area yang cukup besar dan nyaman. Parkiran luas, masjid besar, tempat makan banyak, toilet lumayan bersih dan sudah ada SPKLU-nya juga. Rest Area Sragen Di sini bisa dipertimbangkan untuk sarapan terlebih dahulu. Madiun Rest area kedua yang menjadi tempat istirahat lagi adalah Rest Area KM 626A di Saradan, Kabupaten Madiun. Di sini hanya numpang ke toilet saja, karena perjalanan dengan anak-anak. Jadi memang banyak berhentinya. Setelah beres kami melanjutkan ruas tol Ngawi – Kertosono ini. Mojokerto Rest Area Mojokerto Melanjutkan perjalanan melalui ruas tol Kertosono – Mojokerto, kami berhenti sekali lagi untuk ke toilet dan refill kopi buat sopirnya, wkwk. Gresik Rest Area Gresik Setelah Mojokerto, kami melipir lagi untuk mengisi bahan bakar di Rest Area KM 725A. Ternyata rest area ini sudah masuk wilayah Kabupaten Gresik. Saya kira masih di Mojokerto. Sidoarjo Setelah semua aman, kami melanjutkan perjalanan menuju arah Surabaya. Hingga sampai di percabangan besar yaitu area Gerbang Tol Waru Utama di daerah Sidoarjo. Tentunya kami melanjutkan ke arah Tol Gempol – Pasuruan. Suasanya sudah mirip gerbang tol Cikampek Utama di sini. Tidak kalah ramai dengan berbagai truk dan bisnya. Namun, bedanya di sini kondisi langitnya masih biru banget meskipun sama-sama daerah industri. Bahkan Gunung Arjuna yang megah itu bisa terlihat sangat jelas dari jalan tol. Pasuruan Gerbang Tol Kejapanan Setelah melewati area Sidoarjo tak lama akan bertemu dengan Gerbang Tol Kejapanan yang sudah memasuki wilayah Kabupaten Pasuruan. Di gerbang tol inilah terdapat percabangan antara arah Pasuruan dan Malang. Kami melanjutkan perjalanan ke arah Probolinggo, ga berhenti lagi karena kebetulan waktu itu hari jumat dan mengejar waktu jumatan setelah exit tol Probolinggo. Probolinggo Setelah melewati beberapa kawasan industri dari Sidoarjo – Pasuruan, akhirnya sampai juga di ujung jalan tol trans jawa, yaitu Gerbang Tol Gending, Probolinggo. Setelah keluar dari sini, kami segera mencari masjid terdekat untuk melaksanakan ibadah sholat jumat. Yang tentunya di sini vibes-nya sudah sangat terasa sekali NU-nya. Setelah jumatan, kami mampir makan siang sebentar di Sari Rawon Probolinggo yang lokasinya tak jauh dari gerbang tol juga. Sudah menjadi menu wajib jika ke Jawa Timur. Masa ga makan rawon. Situbondo Dari Probolinggo ke Situbondo inilah perjuangan road trip sebenarnya baru dimulai. Karena melewati jalan non tol yang cukup panjang. Mulai dari daerah Gending – Kraksaan – Paiton – Besuki – Situbondo. Isinya tentu saja banyak bis, truk dan kendaraan lain baik warga lokal maupun yang menuju ke Situbondo, Banyuwangi hingga Bali. Mantap sekali. Pantai Bletok Situbondo Tanpa istirahat lagi, karena sudah nanggung, kami melanjutkan perjalanan hingga batas kota Situbondo dan akhirnya berhenti sejenak di Pantai Bletok. Dan seperti daerah pantura lainnya, suasana pantainya jujur kurang bersih, wkwk. Alun-Alun Situbondo (Sumber: disasterchannel.co) Tidak terlalu lama, perjalanan dilanjutkan menuju ke Panarukan hingga Alun-Alun Situbondo. Kami sampai sekitar jam 4 sore, perjalanan total sekitar 12 jam dengan banyaknya perhentian dan jumatan. Total perjalanan di tol lebih cepat meskipun dari Jawa Tengah. Semoga dengan adanya Tol Probolinggo – Banyuwangi nanti akan bisa mempercepat akses ke daerah timurnya Jawa Timur ini. *** Menurut saya perjalanan ke arah Jawa Timur seperti ini lebih menyenangkan dibandingkan ke arah Jawa Barat. Selain pemandangan dan langitnya masih lebih bagus, jumlah kendaraannya juga masih lebih sedikit, paling di sekitar Surabaya saja yang cukup padat. Makanan di rest area-nya pun lebih enak-enak, haha. Setelah ini, saya pastinya akan melanjutkan beberapa tempat yang saya singgahi setelah sampai di Situbondo. Tetap simak ya! Related Indonesia Travel GresikJawa TengahJawa TimurMadiunMagelangMojokertoPasuruanProbolinggoRoad TripSalatigaSidoarjoSitubondoSragen