Siang itu, setelah mengirim kartu pos dari Kantor Pos Luang Prabang, kami melanjutkan jalan-jalan dengan sepeda untuk mengitari beberapa sudut Kota Luang Prabang yang dipenuhi dengan kuil-kuil umat Buddha. Kebetulan cuaca saat itu memang sedang panas-panasnya. Dan karena tidak tahan kami akhirnya mampir di sebuah mini market buat mencari air dingin kemasan yang ada embun-embunnya, haha.

Mengayuh sepeda sebentar dari mini market itu kami menemukan hal yang tak biasa di sini, yaitu tulisan “Restoran Halal”. Karena penasaran, akhirnya kami belok dan mencari restoran tersebut tanpa berpikir panjang.

Wat That Restaurant

Setelah masuk dan berkenalan kami langsung disambut hangat. Sambil memilih menu makanan kami pun bercerita bahwa kami datang dari Indonesia dan juga muslim. Mengetahui itu ibu yang menjaga restoran pun memanggil suaminya.

Kami memutuskan untuk memesan Lap Chicken 2 porsi untuk bertiga (karena masih punya simpanan lauk yang dibawa dari Indonesia) dan Ice Tea. Lap merupakan makanan khas Laos yang berisi campuran sayur dan daging (bisa sapi, babi, ayam, atau ikan). Rasanya segar pedas dan agak wangi, karena ada daun mint dan lime di resepnya.

Suasana di dalam restoran yang tidak terlalu besar
Menu di Wat That
Perpustakaan kecil di Wat That
Lap Chicken + Ice Tea

Sambil makan dan bercengkerama kami akhirnya tau bahwa ternyata restoran ini dijalankan oleh seorang Pria Muslim dari Malaysia yang menikah dengan Wanita asli Luang Prabang.

Ada beberapa cerita unik tentang restoran ini dan kehidupan mereka di Luang Prabang.

Wat That Restaurant bisa bertahan menjadi satu-satunya restoran halal di sini salah satunya karena faktor orang tua yang merupakan mantan anggota militer yang cukup disegani. Jika tidak ada faktor itu mungkin mereka sudah tidak boleh berjualan menggunakan label halal, karena lingkungan umat Buddha di Luang Prabang yang sangatlah kental. Dulu pun sebelum menikah mereka sempat konflik karena adanya pernikahan dengan seorang Muslim.

Sang Bapak yang merupakan asli Malaysia harus menempuh puluhan kilometer ke Kota Vientiane jika ingin melaksanakan ibadah Sholat Jumat, yaitu di Masjid Jami Vientiane. Karena tidak adanya masjid di Luang Prabang, dan itu ia laksanakan sekitar sebulan sekali.

Mendengar cerita itu dan bisa dengan cepat kami akrab barulah terasa bahwa sesama muslim memang sudah seperti bersaudara, jika kita berada di posisi minoritas seperti itu. Saya pun ga kebayang gimana kehidupan mereka sebelumnya yang pastinya penuh perjuangan karena saya notabene selalu hidup di lingkungan yang mayoritas muslim.

Bersama pemilik Wat That Restaurant

Begitulah sedikit cerita persinggahan kami di satu-satunya restoran halal di Luang Prabang yang ternyata ada homestaynya juga di belakangnya. Terima kasih atas jamuan hangatnya.

๏ 20 readers

2 Replies to “Wat That, Satu-satunya Restoran Halal di Luang Prabang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *