Hotel Trio Solo

Setiap piknik ke daerah selatan Jawa Tengah hampir pasti kita bisa mendapatkan penginapan dengan harga yang terjangkau. Tinggal pilih mau model yang kayak gimana. Mulai dari hostel, kapsul, hotel atau rumah, baik rumah yang disewakan atau rumah temen (kalau mau hemat, lol).

Nah, di awal bulan November 2017 kemarin saya kebetulan bareng temen mau kondangan ke Wonogiri. Dan seperti biasa, acara kondangan emang bisa banget buat ditunggangi kepentingannya buat sekalian piknik. Akhirnya kita memutuskan untuk menginap di daerah Solo dulu, kemudian paginya nyobain kereta jarak dekat Solo – Wonogiri.

Kami berangkat dari Bandung menggunakan kereta Lodaya dan keesokan harinya sudah tiba di Solo Balapan. Sampai di Solo, sambil sarapan pagi di warung tenda depan stasiun kami baru memikirkan untuk menginap di mana. Seperti biasa ya, hahaha.

Kami memutuskan untuk main dulu ke Taman Sriwedari. Di sana kami menyempatkan untuk ngopi sebentar sambil melihat suasana Jumat pagi di Jalan Slamet Riyadi. Jalan utama di Kota Solo. Setelah browsing, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Hotel Trio Solo.

Hotel Trio

Selain harganya yang cukup terjangkau (masih di bawah Rp 300.000 per malam untuk setiap kamarnya), sekilas hotel ini juga cukup unik dengan bangunan tuanya.

Lokasinya pun sangat strategis. Ada di Jalan Urip Sumoharjo No. 25Solo, yang merupakan kawasan jantung kota. Hotel ini cuma berjarak sekitar 100 meter dari Pasar Gede dan sekitar 500 meter dari Balai Kota Solo. Geser sedikit juga sudah ada Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta dan Galabo (Gladag Langen Bogan) pusat wisata kuliner malam di Solo. Jadi ya enak banget buat jalan-jalan tanpa harus berpindah tempat lagi.

Halaman Depan Hotel Trio

Sampai di lokasi, kami cukup terkesan dengan bangunan hotel ini. Karena autentik sekali, bangunan tua heritage khas kolonial.

Halaman depannya tidak terlalu luas, tetapi cukup untuk parkir beberapa kendaraan.

Resepsionis Hotel Trio Solo

Masuk ke area resepsionis, kami disambut dengan ramah. Bahkan boleh check-in terlebih dahulu meskipun belum memasuki jam check-in standarnya. Dan resepsionis ini 24 jam, jadi ya bisa kapan aja ke sini yang penting udah booking.

Bagian Dalam Hotel Trio Solo

Masuk ke dalam, terdapat dua bagian ruangan. Yang pertama adalah kamar hotel yang terkesan tua sekali dengan jendela dan pintu yang sangat besar, sepertinya kamar VIP atau untuk keluarga. Yang kedua adalah bagian belakang dengan kamar yang lebih simple dan ada dua lantai. Ya, yang di tengahnya ada pohonnya itu. Keduanya dihiasi dengan furniture klasik dari kayu yang minimalis. Bagus ya.

Kebetulan kami dapat 2 kamar di lantai 2 dekat dengan tangga. Kamarnya nyaman dan bersih. Lucunya kami saya dapat kamar yang AC-nya masih jadul banget, yang masih digeser-geser buat ngatur suhunya, haha.

Kamar Twin Bed
AC jadul

Hanya satu malam kami menginap di sini, tetapi sudah bisa merasakan kenyamanannya. Di malam harinya kami cukup berjalan kaki untuk sampai ke kawasan kuliner Galabo dan melihat suasana Kota Solo di malam hari, karena lokasi yang strategis itu tadi.

***

Mungkin itu sedikit pengalaman menginap di Hotel Trio Solo. Yang mau ke Solo dan masih bingung mau menginap di mana, mungkin hotel ini bisa jadi salah satu pilihan untuk dicoba.

Selamat mencoba! 😀

๏ 33 readers

One Reply to “Hotel Trio Solo”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *