Anak Komplek

Efek pindahan juga membuat saya ganti judul jadi anak komplek, bukan anak kosan lagi.

Saya sudah berkutat dengan dunia kosan sejak dari SMK. Total mungkin sekitar 10 tahunan, dari pertengahan 2004 sampai pertengahan 2015 ini.

Apa bedanya?

Hal yang paling kerasa si kita jadi harus lebih aware sama lingkungan sekitar, karena punya tetangga dan lingkungan yang lebih sosial. Beda dengan kosan, yang emang cuma sama temen-temen yang ngekos aja bergaulnya.

Kalau di komplek perumahan ya ada yang namanya iuran kebersihan, keamanan, pengajian rutin, jangan lupa lapor ke Ketua RT jika ada apa-apa. Tetangga dan satpam juga harus dikasih tau jika rumah yang ditinggali sekalian dijadikan kantor perusahaan IT, jadi kalau ada apa-apa ga dicurigai, haha. Jadi inget berita kantor Gameloft di Jogja yang digerebek Polisi gara-gara dikira tempat judi online. Ga lucu kan jadinya.

Selain itu, juga harus bisa latihan ngurus rumah; bersih-bersih, jaga keamanan, cuci-cuci, bayar listrik, internet, masak (ini yang lumayan effort karena skill terbatas dan daerahnya ga deket sama warung makan, paling deket Warung Padang, sampai apal menunya), dan macem-macem lainnya.

Yang jelas insya Allah bakal lebih baik lagi kehidupan, lebih termotivasi buat rajin ke Masjid, lebih banyak waktu yang ga kebuang di jalan (yang semoga bisa jadi lebih produktif), dan macem-macem lainnya.

Godspeed!

๏ 117 readers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *