Berkunjung ke Kudus

Kudus merupakan salah satu kabupaten dengan wilayah terkecil di Jawa Tengah atau bahkan Pulau Jawa. Namun, kota ini memiliki sejarah yang cukup panjang dan unik yang tak lepas dari cerita Sunan Kudus atau Syech Ja’far Shodiq. Salah satu wali songo yang mampu mengubah sebuah desa kecil di tepi Sungai Gelis bernama Desa Tajug menjadi kota transit untuk kapal yang akan berdagang di Pelabuhan Jepara.

Nama Kudus sendiri berasal dari serapan sebutan Al-Quds untuk sebuah piagam batu yang diberikan oleh salah satu pemimpin daerah di Palestina oleh Sunan Kudus yang dapat menyembuhkan wabah penyakit di sana kala itu. Karena lidah orang jawa, maka disebut Kudus saja.

Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus

Salah satu ikon di Kota Kudus adalah Masjid Menara Kudus ini. Masjid ini dibangun oleh Sunan Kudus setelah pulang dari Palestina. Tadinya dinamakan Masjid Al-Aqsa dan di atas mihrabnya terdapat piagam batu yang dibawa dari Palestina. Yang sekaligus sebagai penanda pendirian Kota Kudus.

Adanya menara masjid yang seperti pura sebagai simbol kebijaksanaan Sunan Kudus dalam berdakwah saat itu. Beliau mampu melakukan adaptasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Buddha.

Menara Kudus

Di bangunan yang bersejarah ini tentunya tidak lepas dari berbagai mitos. Salah satunya adalah adanya mitos bahawa salah satu pintu menuju kompleks Masjid Menara Kudus dipercaya memiliki tuah penumbang jabatan yang dipasang oleh Sunan Kudus. Banyak pejabat yang datang melewatinya dan di kemudian hari mengalami musibah dalam karirnya.

Beneran ga ya? hahaha.

Yang jelas dengan adanya mitos itu jadi banyak pejabat yang melewati pintu lain ketika berkunjung ke Masjid Menara Kudus.

Soto Kudus

Soto Kudus

Selain Menara Kudus, hal lain yang sangat terkenal adalah Soto Kudus. Dari dulu saya mengenal Soto Kudus adalah tentang soto ayam dan soto daging sapi. Tetapi setelah sampai di sana ternyata yang khas adalah soto kerbau. Hahaha, baru tau!

Ya, hal ini juga tidak terlepas dari adaptasi terhadap masyarakat Hindu saat itu. Daging kerbau digunakan sebagai pengganti, karena di Kudus daging sapi bukannya ditabukan tetapi tidak dikonsumsi atas alasan toleransi. Sejak dahulu, penganut Islam menghormati keyakinan umat Hindu, yang lebih dulu tinggal di Kudus, yang menganggap sapi sebagai hewan suci.

Soto Kerbau

Selain soto, makanan lain yang biasanya disandingkan adalah sate dengan bahan yang sama, yaitu ayam, pindang atau kerbau.

***

Sebenarnya masih banyak hal lain yang bisa digali dari Kota Kudus. Seperti dunia industri perusahaan besar yang ada di sana dimana sebagian besar adalah industri rokok (Djarum, Sukun, dll), hal-hal tentang budaya yang penuh toleransi di kota santri ini serta perkembangan Islam di kota kecil ini yang mana terdapat tiga makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.

Sampai jumpa di lain kesempatan, Kota Wali!

๏ 56 readers

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *